Book Creator

e-modul pelatihan Guru Sejarah

by A.M. Marfianto

Cover

Comic Panel 1
Desain Tanpa Judul
Desain Tanpa Judul
Pendahuluan
Capaian Pelatihan: Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta mampu merancang desain pembelajaran dan asesmen yang memiliki unsur Keterampilan Berpikir Sejarah.
Desain Tanpa Judul
Pendahuluan
Saat ini, pendidik dituntut untuk terus melakukan kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien dengan merancang pembelajaran sendiri dan mampu memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi informasi (Coman et al., 2020; Dewa, 2021).

Mengasah kemampuan Guru Sejarah dalam membuat desain pembelajaran perlu untuk terus dilakukan. Pelatihan yang signifikan dibutuhkan. Termasuk kebutuhan akan buku pedoman (e-modul) sebagai penunjang pelatihan. Kerangka kerja pelatihan ini memberikan deskripsi tentang apa yang harus diketahui dan dapat dilakukan peserta yang mencakup dua komponen penting, yaitu:
1. Keterampilan Berpikir Sejarah dan Proses Penalaran
2. Konten/Materi Pelatihan

Konten kursus diatur ke dalam unit studi yang diajarkan secara umum yang memberikan urutan yang disarankan untuk pelatihan. Unit-unit ini terdiri dari konten dan pemahaman konseptual. Konten ini didasarkan pada tema, yang merupakan konsep lintas sektoral yang membangun pemahaman konseptual dan spiral sepanjang pelatihan.
Modul digital ini dibuat dengan mengedepankan prinsip memberikan pengalaman belajar (user experience), User Friendly (mudah digunakan), up to date (berisi informasi terkini), communicative, dan memiliki unsur self-explanatory (menggunakan istilah-istilah umum sehingga guru tidak perlu mencari di luar modul).
Desain Tanpa Judul
Modul digital ini dibuat dengan mengedepankan prinsip memberikan pengalaman belajar (user experience), User Friendly (mudah digunakan), up to date (berisi informasi terkini), communicative, dan memiliki unsur self-explanatory (menggunakan istilah-istilah umum sehingga guru tidak perlu mencari di luar modul).
Tombol Suara
Ellipse;
Silakan tekan tombol di samping, untuk mendapat penjelasan dalam bentuk audio.
KETERAMPILAN BERPIKIR SEJARAH
Desain Tanpa Judul
Literatur berbahasa Inggris menyebut “The Five C” sebagai istilah lain untuk menyebut komponen berpikir sejarah atau dapat disebut sebagai "5 C's" (dalam Mestika Zet, 2018: 56-58). Komponen tersebut, terdiri dari Change over time (Perubahan dalam lintasan waktu), Causality (Kausalitas), Context (Konteks), Compelxity (Kompleksitas) dan Contingency (Kemungkinan).
Terdapat perbedaan pendapat oleh para ahli mengenai komponen apa saja yang terdapat dalam pemikiran historis. Misalnya, berbeda dengan Levesque (2009: 349-358) yang hanya menyebut lima unsur komponen pemikiran historis. Seixas (1996: 765-785) menambah suatu unsur lagi di dalam komponen pemikiran historis yaitu unsur agensi atau pelaku sejarah. Sehingga, jika kedua pendapat ahli tersebut digabungkan, maka terdapat enam unsur dari komponen pemikiran historis. Dengan demikian unsur-unsur pemikiran historis terdiri dari signifikan, epistemology dan bukti, kontinuitas dan perubahan, berkembang dan runtuh, empati dan keputusan moral, agensi sejarah (Seixas, 1996, 765-785; von Heyking, 2004: 1-17; Seixas & Peck, 2004: 100-117). Jadi, dengan kata lain keenam unsur tersebut merupakan elemen-elemen struktural di dalam disiplin sejarah (Seixas, 1996:6). Komponen Keterampilan Berpikir Sejarah ini kemudian dikenal dengan istilah "6 C's".
PrevNext