Book Creator

Rijalul Hadis

by Imtaza z Taqwa

Cover

Loading...
Loading...
RIJALUL
Loading...
HADIST
Loading...
Imtaza Ziyadu Taqwa
Daftar Isi
Kata Pengantar
1. Kata Pegantar
2. Pembahasan
a. Pengertian Rijalul Hadis
b. Syarat Rijalul Hadis
c. Gelar-gelar Rijalul Hadis
3. Penilaian
a. Penilaian offline
b. Penilaian Online
Puji syukur kehadirat Allah Swt atas segala nikmat dan karunianya sehinggah Ebook ini sebagai pemebelajaran dapat tersusu dengan baik. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad Saw, sahabat, keluarga, serta orang-orang yang mengiikuti ajarannya hingga hari kiamat. Ebook ini berisi tentang syarat-syarat rijalul hadis atau pembagian hadis dari segi sanad,dan pembagian hadis dari segi sumbernya yang pertama dan penyandarannya.
Ebook ini disusun secara ringkas, padat, dan jelas dengan demikian buku ini diharapkan dapat menjadi mitra yang mengasikkan bagi yang mempelajarainya.
Akhirnya saya meyadari bahwa dalam penyusunan ebook ini masih ada kekurangan baik dari sisi metodologi maupun subtansi maka saran dan kritik
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah Swt atas segala nikmat dan karunianya sehinggah Ebook ini sebagai pemebelajaran dapat tersusu dengan baik. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad Saw, sahabat, keluarga, serta orang-orang yang mengiikuti ajarannya hingga hari kiamat. Ebook ini berisi tentang syarat-syarat rijalul hadis atau pembagian hadis dari segi sanad,dan pembagian hadis dari segi sumbernya yang pertama dan penyandarannya.
Ebook ini disusun secara ringkas, padat, dan jelas dengan demikian buku ini diharapkan dapat menjadi mitra yang mengasikkan bagi yang mempelajarainya.
Akhirnya saya meyadari bahwa dalam penyusunan ebook ini masih ada kekurangan baik dari sisi metodologi maupun subtansi maka saran dan kritik
yang konstruktif selalu kamu harapkan untuk perbaikan selanjutnya. Semoga ebook ini bermanfaat dan mendapatkan ridha dari Allah Swt. amin.
Pembahsan
a. Pengertian Rijalul Hadis
Ketika kita telah membuka buku kamus maka kita dapat menemukan bahwa rijalul hadis berasaal dari dua kata yaitu rijal dan hadis. Rijal adalah bentuk jama' dari kata Rajulun yang artinya orang laki-laki. Kemudian kata rijal dalam istilah hadis adalah " orang yang menerima hadis dari seseorang dan menyampaikan hadis yang telah diterimanya kepada orang lain."
Sebagai salah satu cabang Ulum al-Hadis, Ilmu Rijalil Hadis merupakan Ilmu yang secara spesifik mengupas keberadaan para rijal hadis atau para perawi atau transmitter hadis. Ilmu Rijalil Hadis memiliki dua cabang, yakni Ilmu Tarikh ar-Rijal- didefinisikan Muhammad Ajjaj al-Khatib sebagai Ilmu yang membahas keadaan para perawi dari
Pembahsan
a. Pengertian Rijalul Hadis
Ketika kita telah membuka buku kamus maka kita dapat menemukan bahwa rijalul hadis berasaal dari dua kata yaitu rijal dan hadis. Rijal adalah bentuk jama' dari kata Rajulun yang artinya orang laki-laki. Kemudian kata rijal dalam istilah hadis adalah " orang yang menerima hadis dari seseorang dan menyampaikan hadis yang telah diterimanya kepada orang lain."
Sebagai salah satu cabang Ulum al-Hadis, Ilmu Rijalil Hadis merupakan Ilmu yang secara spesifik mengupas keberadaan para rijal hadis atau para perawi atau transmitter hadis. Ilmu Rijalil Hadis memiliki dua cabang, yakni Ilmu Tarikh ar-Rijal- didefinisikan Muhammad Ajjaj al-Khatib sebagai Ilmu yang membahas keadaan para perawi dari
segi aktivitas mereka dalam meriwayatkan hadis dan Ilmu al-Jarh wa at-Ta’dil, Ilmu yang membahas keadaan para perawi dari segi diterima tidaknya periwayatan mereka.
Dengan demikian, Ilmu Rijal al-Hadis dalam mengkaji para perawi pada dasarnya memiliki dua scope bahasan yang pertama biografi atau sejarah para perawi sebagai cakupan Ilmu Tarikh ar-Ruwah dan kedua, sebagai tahapan kelanjutan bahasan pertama, yakni mengkaji rawi dari segi justifikasi kualitas rawi.
b. Syarat-syarat rijalul hadis
Sebuah sanad hadis bisa dikatakan benar dari Nabi jika sanadnya sambung yaitu rangkaian sanad hadis yang saling bertemu antara murid dan guru mulai dari awal hinggan akhir yag menulisakan atauu membukukan hadis seperti imam bukhari.
Oleh karenanya, tidak dibenarkan suatu rangkaian sanad yang terputus, tidak diketahui identitasnyaa rijalul hadis atau nama periwayat yang samar. Selain ittisalu sanad para rijalul hadis harus terpecaya atau siqah. Rijalul hadis yang bisa diterima periwayatannya harus meliputi syarat-syarat sebagai berikut :
1. Adil
Adil yang dimaksud adalah muslim, sudah balig dan berakal sehat. Yang pertama rijalul hadis harus muslim, artinya orang yang menjalankan ajaran islam sesuai dengan dasar-dasar al-quran dan hadis. Yang kedua rijalul hadis haru balig yang dimaksud adlaah tamyiz sudah bisa membedakan mana yang haq dan mana yang bathil, yang halal dan yang haram. Yang ketiga rijalul hadis harus berakal sehat dalam artian tidak gila, bukan orang yang mabuk.
Sebab-sebab periwayatan hadis diakatan "tidak adil" sehingga periwayatannya tidak diterima sebagai berikut :
a. Al-Kazbu : Bohong
b. Al-Mutahammu bi al kazbi : Dianggap bohong
PrevNext