Book Creator

Aturan Angka Penting

by Yati Susanah

Cover

Loading...
Aturan Angka Penting
Loading...
Loading...
Loading...
Yati Susanah
MAN 1 Jepara
Dalam ilmu fisika mengenal perhitungan yang disebut angka penting. Angka penting (significant figures) adalah angka hasil pengukuran yang terdiri dari angka pasti dan angka taksiran.
Angka pasti diperoleh dari perhitungan skala alat ukur. Sedangkan angka taksiran diperoleh dari satuan skala terkecil. Ada aturan yang berlaku dalam menuliskan hasil pengukuran angka penting. Agar lebih memahaminya, simak penjelasan berikut.


Berikut beberapa aturan yang harus diperhatikan dalam menuliskan angka penting:
1. Angka penting terdiri dari semua angka yang bukan nol di antaranya 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Sebagai contoh, angka 12.455 terdiri dari lima angka penting.
2. Angka 0 (nol) yang dituliskan di belakang angka bukan nol tidak dianggap sebagai angka penting. Sebagai contoh, angka 21.000 memiliki dua angka penting yaitu 2 dan 1.
3. Angka 0 (nol) yang berada di antara dua angka bukan nol adalah angka penting. Sebagai contoh, angka 509.000 memiliki tiga angka penting yaitu 5, 0, dan 9.
4. Angka 0 (nol) yang berada di depan angka bukan nol tidak dianggap sebagai angka penting. Sebagai contoh, angka 0,0065 memiliki dua angka penting yaitu 6 dan 5.
5. Angka 0 (nol) yang dituliskan dibelakang tanda desimal dan didahului oleh angka bukan nol adalah angka penting. Sebagai contoh, angka 35,100 memiliki lima angka penting yaitu 3, 5, 1, 0, dan 0.
Operasi Hitung Angka Penting

1.Pembulatan

Untuk operasi pembulatan, angka yang lebih dari 5 dibulatkan ke atas, sedangkan angka yang kurang dari 5 dihilangkan.
Contoh :

552,64 dibulatkan menjadi 552,6

354,79 dapat dibulatkan menjadi 354,8

Jika angka taksiran tepat angka 5 dan angka sebelumnya adalah ganjil, maka angka dibulatkan ke atas. Namun jika angka taksiran tepat angka lima dan angka sebelumnya genap, maka angka dihilangkan.
Contoh:

445,45 dapat dibulatkan menjadi 445,4

771,35 dapat dibulatkan menjadi 771,4


2.Penjumlahan dan Pengurangan

Dalam operasi hitung ini, hasil dari penjumlahan dan pengurangan hanya boleh memiliki satu angka taksiran/angka tak pasti.

Contoh:

115,7 + 12,31 + 0,813 = 128, 823

Hasil penjumlahan tersebut memiliki tiga angka taksiran (8, 2, dan 3). Kita harus membulatkannya menjadi satu angka taksiran. Maka hasil akhirnya adalah 128, 8. Cara ini berlaku juga pada operasi pengurangan.
PrevNext