Book Creator

Pemberian Obat Materi

by juanita fz

Pages 2 and 3 of 4

Loading...
Jenis obat berdasarkan bentuk, ketersediaan & klasifikasi medis
Loading...
bentuk dan ketersediaan
Loading...
1.Obat Cair
zat aktif yang dilarutkan dalam cairan sehingga lebih mudah untuk diminum sekaligus terserap oleh tubuh.
Contoh obat cair yang kerap ditemukan adalah sirup dan puyer, mengandung pewarna dan gula untuk mengurangi rasa pahit.
2.tablet
tersusun atas zat aktif yang dikombinasikan dengan bahan-bahan tertentu dan kemudian dipadatkan. tersedia dalam bentuk bulat atau oval.
3.kapsul
zat aktif dalam bentuk bubuk akan disimpan dalam tabung plastik kecil yang terbuat dari bahan yang mudah larut secara perlahan.
4. Oles
obat topikal atau obat luar karena digunakan langsung di kulit.
Obat oles tersedia dalam bentuk salep, losion, krim, atau minyak pelembab yang dibungkus dalam tabung atau botol.
5.supositoria
menyerupai peluru, obat suppositoria digunakan dengan cara dimasukkan ke lubang anus (vagina/uretra) Oleh karena itu, jenis obat ini biasanya digunakan untuk obat sembelit (pencahar).
Obat ini, tersusun atas zat aktif berupa krim, losion, atau minyak pelembab yang dibungkus dalam tabung pipih.
6. tetes
Obat tetes terdiri dari beragam zat aktif yang diubah dalam bentuk cairan. Jenis obat ini umumnya digunakan langsung pada hidung, mata, atau telinga.
7.inhaler
Obat ini terdiri atas zat aktif yang tersimpan dalam tabung (spacer)
8.suntik
Obat suntik dapat dibedakan berdasarkan lokasi penyuntikannya.
Obat yang disuntikkan di permukaan kulit adalah subcutaneous injection (SC). Sementara itu, obat yang disuntikkan ke jaringan otot disebut dengan intramuscular (IM), intratekal yang diberikan ke dalam cairan di sekitar sumsum tulang belakang dan suntikan intravena (IV) yang langsung ke pembuluh darah.
9.implan/tempel
ditempelkan pada kulit atau ditanamkan dalam tubuh.koyo untuk meredakan pegal, plester nikotin untuk mengurangi kebiasaan merokok. Sementara itu, jenis obat implan adalah alat kontrasepsi.
Loading...
Loading...
Klasifikasi Medis
Loading...
Loading...
implan
Loading...
Loading...
Loading...
1.analgesik
meredakan nyeri. Contohnya adalah parasetamol dan aspirin.
2.antasida
gangguan pencernaan dan gejala mulas dengan cara menetralkan kadar asam lambung.
isinya alumunium hidroksida, kalsium karbonat, magnesium karbonat, magnesium hidroksida, dan natrium bikarbonat.
3.anticemas
obat ansiolitik atau obat penenang ringan. Obat ini banyak ditemukan pada jenis obat benzodiazepin.
4.antiaritmia
mengontrol detak jantung yang tidak teratur. Maka, obat ini kerap digunakan untuk mengobati berbagai gangguan jantung.
5.antibiotik
Jenis obat ini berasal dari bahan alami dan sintetis yang bertugas untuk memerangi infeksi bakteri
6. antikoagulan dan trombolitik
mencegah pembekuan darah. Sementara itu, trombolitik akan membantu melarutkan penggumpalan darah.
7.antikonvulsan
mencegah kejang atau serangan epilepsi. Obat ini bekerja dengan menurunkan aktivitas berlebih pada otak.
Contoh obat antikonvulsan adalah fenitoin, acetazolamide, dan carbamazepine
8.antidepresan
meningkatkan suasana hati dan memperlambat kinerja hormon tertentu.
Ada tiga kelompok utama obat antidepresan yaitu trisiklik, inhibitor oksidase monoamine, dan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI)
9.antidiare
untuk meredakan diare.
Cara kerja obat antidiare adalah dengan mengurangi kontraksi otot usus sehingga kinerjanya bisa menjadi lebih lambat. Dengan begitu, makanan akan terdorong untuk keluar dari tubuh.
Loading...
LANJUT NO.10
Loading...
Loading...
Nikmati dan Hargai Perubahan dalam Kehidupan
Loading...
gambar obat generik
Loading...
Lanjut
Loading...
Loading...
Loading...
Lanjut
Loading...
Loading...
Loading...
CAPTION At malesuada nisl felis sit amet dolor. Duis ultrices semper lorem nisl felis sit. At malesuada nisl felis sit amet dolor nisl felis.
Loading...
Lanjut
Loading...
Loading...
10.Antiemetik
mengobati mual dan muntah disebut dengan antiemetik atau antimuntah. Contoh obat ini adalah promethazine dan emetrol.
Antiemetik bekerja dengan cara mengganggu reseptor saraf di otak agar berhenti memicu respons mual dan muntah.
11.antijamur
mengobati infeksi jamur yang umumnya menyerang rambut, kulit, kuku, atau selaput lendir. Bentuk salep, oral, injeksi
12.Antihistamin (anti alergi)
obat antihistamin adalah melawan gejala reaksi alergi seperti mata merah, hidung gatal, dan bersin-bersin.
Loading...
Loading...
13.antihipertensi
untuk menurunkan tekanan darah.
Jenis-jenis obat darah tinggi yang ada saat ini adalah diuretik, beta inhibitor, ACE inhibitor (kaptopril, enalapril, lisinopril)
14.antiinflamasi
antiperadangan digunakan untuk mengurangi peradangan seperti kemerahan, panas, bengkak, dan peningkatan aliran darah yang kerap ditemukan pada penyakit infeksi.
bisa mengatasi peradangan akibat penyakit non-infeksi seperti rheumatoid arthritis dan asam urat.
Loading...
15.antineoplastik
mengatasi kanker dalam pengobatan kemoterapi.
Obat antineoplastik bekerja dengan cara membunuh sel kanker dan menghambat perkembangannya.
16.Antipsikotik
mengobati gejala gangguan kejiwaan yang parah. Antipsikotik terkadang disebut juga sebagai obat penenang utama.
Jenis-jenis antipsikotik meliputi olanzapine, haloperidol, dan risperidone
17.Antipiretik
menurunkan demam dan meredakan nyeri krn radang sendi, cedera, sakit gigi, dan sakit kepala.
tiga golongan obat antipiretik yaitu acetaminophen, salisilat, dan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID).
Loading...
18.antivirus
mengobati infeksi virus dan memberikan perlindungan sementara terhadap serangan virus, contohnya pada influenza.
Beberapa contoh obat antivirus, di antaranya adalah acyclovir, antiretroviral, dan oseltamivir.
19.Beta bloker
penghambat beta akan bekerja dengan cara menghambat efek hormon adrenalin atau epinephrine.
Beta-blocker dapat mengobati beberapa masalah pada jantung. Contohnya, menurunkan detak jantung untuk mengurangi kebutuhan oksigen di waktu tertentu.
20.bronkodilator
membuka saluran bronkial di dalam paru-paru saat saluran pernapasan menyempit.
Bronkodilator seperti salbutamol bertugas untuk memudahkan pernapasan, misalnya pada penyakit asma.
21.kortikosteroid
Selain mengurangi peradangan, kortikosteroid juga dapat menekan kinerja sistem imun (imunosupresif).
Salah satu manfaat obat kortikosteroid adalah mengurangi gejala akibat kekurangan hormon alami pada penyakit Addison.
Loading...

You've reached the end of the book

Read again

Made with Book Creator