Book Creator

Sistem koloid efek tyndall

by Viony Febriyanti

Pages 2 and 3 of 29

Comic Panel 1
SISTEM KOLOID EFEK TYNDALL
Viony Febriyanti
Loading...
MODUL PRAKTIKUM
EKSPERIMEN
 
SISTEM KOLID EFEK TYNDALL
 

 
Disusun Oleh
Viony Febriyanti
NPM. 19230002
 
Dosen Pengampu Mata Kuliah
Novi Rahmawanti, S,Si.,M.Si.
NIDN. 1118118602
 
 
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN
MUHAMMAD ASYAD AL BANJARI
BANJARMASIN
SIFAT KOLOID EFEK TYDALL
I. TUJUAN
1. Mengetahui sifat koloid efek tydall
2. Siswa dapat membedakan system kolid dan lautan sejati berdasarkan efek tydall

II. TEORI
Istilah koloid berasal dari bahasa Yunani yaitu kolla yang berarti perekat yang dikemukakan oleh Thomas Graham (1861). Koloid tidak mampu melewati membran permeabel sedangkan gula, urea dan natrium klorida dapat melewati membran permeabel.
Sistem koloid merupakan suatu bentuk campuran yang terletak antara larutan sejati dan suspensi kasar. Ukuran partikel larutan sejati adalah kurang dari 1 nm, partikel koloid berukuran 1 nm sampai 1000 nm, sedangkan suspensi kasar lebih besar dari 1000 nm. Selain itu partikel larutan dan koloid tidak dapat dipisahkan secara fisik (penyaringan), sedangkan suspensi kasar dapat disaring. Sistem koloid dapat dipisahkan dengan terlebih dahulu dikoagulasi dan flokulasi sehingga ukuran partikel menjadi lebih besar dan akan mengendap dan dapat disaring. Perbedaan ukuran partikel antara larutan sejati, sistem koloid dan suspensi kasar.
Jadi, koloid merupakan suatu campuran heterogen dan juga merupakan sistem dua fase. Dua fase ini meliputi zat terlarut sebagai partikel koloid atau yang sering dikenal dengan fase terdispersi dan zat yang merupakan fase kontinu dimana partikel koloid terdispersi yang disebut medium pendispersi atau bisa disebut juga sebagai pelarut. Ukuran partikel koloid berkisar antara 10-7– 1—5(1-100 nm). Ukuran inilah yang membedakan koloid dengan larutan dan suspense.
Efek tyndall ini ditemukan oleh John Tyndall (1820-1893) seorang ahli fisika Inggris. Oleh sebab itu sifat ini disebut efek tyndall. Efek tyndall juga dapat digunakan untuk membedakan suatu koloid dari larutan sejati, dikarenakan atom, molekul atau ion yang membentuk suatu larutan tidak dapat menghamburkan sebuah cahaya akibat ukurannya terlalu kecil. Efek tyndall (hamburan cahaya) suatu campuran menunjukan bahwa campuran tersebut merupakan koloid, dimana ukuran partikel-partikelnya lebih besar dari ukuran partikel dalam larutan, sehingga dapat menghamburkan cahaya. 
cahaya yang melewati sistem koloid dapat terlihat lebih terang. Cahaya yang terlihat lebih terang tersebut disebabkan terjadinya efek Tyndall. Efek Tyndall adalah efek yang menghamburkan cahaya oleh partikel koloid. Partikel koloid ini akan memantulkan cahaya dan menghamburkan cahaya tersebut yang mengenainya sehingga cahaya menjadi terlihat lebih terang. Jika kemudian cahaya ini ditangkap layar, cahaya pada layar tersebut akan tampak buram.
Dalam kehidupan sehari-hari, efek Tyndall dapat dilihat pada gejala-gejala berikut.
1. Jika sinar matahari masuk melalui celah ke dalam ruangan, pada sinar tersebut terlihat debu-debu beterbangan (daerah ini terlihat lebih terang). Pada daerah yang tidak terlewati sinar matahari tidak akan terlihat adanya debu. Begitu juga jika sinar matahari melewati daun pepohonan di daerah yang berkabut, sinar matahari tersebut terlihat lebih jelas.
2. Jika anda menonton film di gedung bioskop, kemudian ada asap rokok yang mengepul ke atas, cahaya proyektor terlihat lebih terang dan gambar pada layar menjadi buram.
3. Sorot lampu mobil pada malam yang berkabut terlihat lebih jelas, tetapi jalan tidak terlihat jelas, begitu juga pada jalan yang berdebu, sorot lampu terlihat lebih jelas, kecuali sehabis hujan yang cukup deras (sehingga jalan tidak berdebu dan tidak.
III.  PROSEDUR KERJA
1.1   Alat
·  Gelas Aqua
·  Sendok
·  Kertas putih
·  Senter
1.2   Bahan
·  Garam
·  Sabun
· Kunyit bubuk
·  Susu
·  Kopi
·  Gula
1.3   Cara Kerja
1. Siapkan gelas aqua yang telah dibersihkan
2. Ambil 2 sendok garam, masukkan kedalam gelas aqua lalu tambahkan 200 ml air lalu diaduk hingga tercampur
3. Siapkan kertas putih, lalu letakkan gelas yang telah berisi air garam tersebut didepan kertas putih
4. Hidupkan senter dan arahkan ke gelas yang berisi air garam tersebut
5. Amati reaksi koloid efek tydall yang terjadi
6. Ulangi langkah diatas dengan mengganti bahan percobaan
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
PrevNext