Book Creator

Bab III Teks Anekdot

by Elsih Mirahayu

Cover

Loading...
Loading...
BAB III
TEKS ANEKDOT
Loading...
ELSIH MIRAHAYU, S.Pd.
Loading...
BAHASA INDONESIA KELAS X
Loading...
Loading...
SMK NEGERI 2 TANGERANG
Daftar Isi
1. Pengertian Teks Anekdot
2. Fungsi Teks Anekdot
3. Ciri-ciri Teks Aneldot
4. Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
5. Strktur Teks Anekdot
6. Mengidentifikasi Teks Anekdot
7. Penugasan
1. Pengertian Teks Anekdot
2. Fungsi Teks Anekdot
BAB III TEKS ANEKDOT
1. Pengertian Teks Anekdot
Yaitu teks yang berisi cerita singkat (rekaan ataupun nyata) yang menarik karena lucu dan mengesankan, tentang orang penting, orang terkenal (bisa juga orang biasa) yang digunakan untuk menyampaikan kritik.
2. Fungsi Teks Anekdot
Untuk menyampaikan kritik terhadap kejadian yang menyangkut orang banyak atau perilaku tokoh publik.

3. Ciri-ciri Teks Anekdot
a) Berupa cerita singkat yang menarik,
lucu, mengesankan, menghibur,
bisa juga berupa cerita yang konyol
atau menjengkelkan.
b)  Peristiwa yang dikisahkan bisa
merupakan cerita rekaan namun
didasarkan atas kejadian nyata/
yang sebenarnya.
c) Tokoh yang diceritakan biasanya
merupakan tokoh penting atau orang
terkenal yang dekat dengan
kehidupan sehari-hari.
d)  Terdapat partisipan (tokoh yang
berperan): tokoh manusia, binatang,
ataupun benda.
e)  Bersifat satiris (sindiran/kritikan).
4. Kaidah Kebahasaan
1)  Menggunakan kalimat langsung (dalam teks anekdot yang
berbentuk dialog) maupun narasi.
Contoh:
dialog => Udin: “Ah, kamu itu. Begitu saja tidak tahu.”
narasi => Akhirnya, Pak Hakim pun berkata, “Pak, tolong jawab  
                   pertanyaan jaksa!”
2)  Menggunakan kalimat yang berupa menyatakan peristiwa masa lalu.
Contoh: Pada puncak pengadilan korupsi politik, Jaksa penuntut umum
menyerang saksi.
3) Menggunakan kalimat retoris (kalimat pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban).
4)  Menggunakan konjungsi (kata penghubung/sambung) yang menyatakan hubungan waktu. -Contoh: kemudian, lalu, pada akhirnya, setelah itu
5)  Menggunakan verba/kata kerja aksi: menulis, membaca, berjalan, berkendara
6) Menggunakan kalimat imperatif (perintah).
Contoh: “Pak, tolong jawab pertanyaan jaksa!”
7) Menggunakan kalimat seru.
Contoh: “Wahai, tuanku yang agung”
               “Oh, maafkan saya.”
8) Teks anekdot bisa berbentuk: drama, puisi, atau narasi (cerita)
Teks anekdot mempunyai struktur:
1)  Abstraksi: bagian  awal yang berfungsi untuk menggambarkan tentang isi teks secara umum, agar pembaca dapat membayangkan.
2)  Orientasi: bagian awal kejadian pada cerita, yang menjelaskan latar belakang peristiwa utama
3)  Krisis: bagian yang menjelaskan tentang pokok 
masalah utama, atau bagian peristiwa unik, lucu, konyol, atau peristiwa yang menjengkelkan
4)  Reaksi: bagian yang berupa penyelesaian masalah menggunakan cara yang unik & berbeda
5)  Koda: bagian penutup cerita/ bagian akhir cerita
PrevNext