Book Creator

wingko babat enak tenan

by LISDIYANTI LISDIYANTI

Cover

Loading...
Wingko Babat Enak Tenan
Loading...
Loading...
Lisdiyanti
Loading...
PP. Ananda Banyumanik
Kata Pengantar
Assalamualaikum Wr.Wb
Selamat datang di dalam dunia lezat dari kuliner Nusantara! Di tengah beragamnya kekayaan kuliner Indonesia, terdapat sebuah makanan yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga merangkul kita dalam kenikmatan cita rasa yang tiada tara. Sambutlah "Wingko Babat," sebuah sajian yang telah menghiasi hidangan para pecinta kuliner Indonesia selama bertahun-tahun yang merupakan makanan khas kota Semarang.
Dengan cita rasa yang unik dan tekstur yang menggoda, Wingko Babat telah menjadi warisan budaya kuliner yang patut dijaga dan dihargai. Dalam perjalanan kita kali ini, kami akan memandu Anda untuk menjelajahi dunia enak Wingko Babat. Anda akan menemukan cerita di balik asal-usulnya, bahan-bahan yang digunakan, hingga bagaimana Anda dapat menikmati kelezatan ini dalam berbagai suasana.
Mari kita membuka lembaran cerita tentang sebuah makanan yang menggugah selera dan mengusik indera kita dengan kelezatan yang tiada tara. Selamat menikmati perjalanan kuliner bersama kami, dan selamat menjelajahi dunia Wingko Babat yang enak tenan!
Wassalamualaikum Wr.Wb

By Lisdiyanti
Daftar Isi
  1. Halaman Judul
  2. Alat dan bahan
  3. Langkah Pembuatan
  4. Muatan Lokal Untuk Pembelajaran PAUD
  5. Tujuan Pembelajaran
  6. Sinopsis
Alat dan Bahan Membuat Wingko Babat
Wingko Babat adalah sejenis kue tradisional dari daerah Jawa Tengah, Indonesia. Berikut adalah daftar alat dan bahan yang Anda butuhkan untuk membuat Wingko Babat:
Bahan:
  1. Kelapa Parut: Sekitar 500 gram kelapa parut.
  2. Gula Merah (Gula Aren): Sekitar 200 gram gula merah, yang sudah diiris atau dipotong kecil-kecil.
  3. Tepung Ketan: Sekitar 250 gram tepung ketan.
  4. Tepung Terigu: Sekitar 50 gram tepung terigu.
  5. Santan: Sekitar 250 ml santan kental dari kelapa.
  6. Daun Pandan: Beberapa lembar daun pandan, untuk memberikan aroma.
  7. Garam: Secukupnya, sekitar 1/2 sendok teh.
Alat:
  1. Wajan atau Panci Besar: Untuk memasak adonan.
  2. Pisau: Untuk memotong gula merah.
  3. Pengaduk: Untuk mencampurkan adonan.
  4. Loyang atau Loyang Kue: Untuk membentuk dan memanggang Wingko Babat.
  5. Daun Pisang atau Minyak Goreng: Untuk melapisi loyang agar tidak lengket
  6. Kompor: Untuk memasak adonan.



Langkah-langkah Pembuatan:
  1. Siapkan Loyang: Olesi loyang dengan daun pisang atau minyak goreng agar adonan tidak lengket saat dipanggang. Sisihkan.
  2. Panaskan Gula Merah: Panaskan gula merah dalam wajan dengan sedikit air hingga gula merah larut dan menjadi sirup. Saring gula merah cair untuk menghilangkan kotoran atau serpihan gula merah yang tidak larut.
  3. Campurkan Bahan Kering: Campurkan tepung ketan, tepung terigu, dan garam dalam wadah besar. Aduk hingga tercampur rata.
  4. Tambahkan Santan: Tuangkan santan perlahan-lahan ke dalam campuran tepung sambil terus diaduk hingga menjadi adonan yang kental.
  5. Masukkan Sirup Gula Merah: Tambahkan sirup gula merah ke dalam adonan dan aduk hingga merata.
  6. Tambahkan Kelapa Parut: Masukkan kelapa parut dan daun pandan ke dalam adonan dan aduk rata.
  7. Panggang: Tuangkan adonan ke dalam loyang yang sudah disiapkan. Ratakan permukaannya. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan sebelumnya pada suhu sekitar 180-200°C selama sekitar 30-40 menit atau hingga bagian atasnya berwarna kecoklatan.
  8. Potong dan Sajikan: Setelah matang, biarkan Wingko Babat dingin sebentar, lalu potong-potong sesuai selera. Wingko Babat siap disajikan.
Selamat mencoba membuat Wingko Babat! Pastikan untuk mengikuti petunjuk dengan cermat agar hasilnya sempurna.







Muatan Lokal Untuk Pembelajaran PAUD
Muatan lokal untuk pembelajaran PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) adalah komponen-komponen kurikulum yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan dan perkembangan anak usia dini di tingkat lokal atau regional. Ini bisa bervariasi dari satu daerah ke daerah lainnya, tergantung pada budaya, nilai-nilai, dan konteks sosial yang berlaku. Materi tentang budaya lokal, seperti tradisi, tarian, musik, dan makanan khas daerah, dapat diajarkan kepada anak-anak untuk memperkenalkan mereka pada warisan budaya mereka.
Penting untuk menciptakan keseimbangan antara muatan lokal dan muatan nasional atau universal dalam kurikulum PAUD. Ini akan membantu anak-anak mengembangkan pemahaman yang seimbang tentang dunia mereka yang lebih luas sambil tetap terhubung dengan identitas lokal mereka. Selain itu, melibatkan orang tua dan komunitas dalam pengembangan dan pelaksanaan kurikulum dapat memperkuat pendidikan PAUD yang berfokus pada muatan lokal.
PrevNext