Book Creator

Rubah dan Rusa yang malang

by Elok Lutfia Sabrina

Cover

Loading...
Rubah dan Rusa yang malang
Loading...
Hutan Selatan dan Hutan Utara dipisahkan sungai yang
mengalir di antara dua bukit. Sementara bukit itu sangat tinggi sekali. Ada sebuah jembatan yang menghubungkan kedua bukit, tapi jembatan itu sangat kecil dan hanya mampu dilalui satu hewan.
Tak banyak hewan yang berani melewati jembatan itu,biasanya para hewan memilih untuk melewati sungai di bawah bukit. Namun hari itu, Rubah dan Rusa hendak melintasi jembatan pada saat yang bersamaan. Si Rubah ingin mengunjungi saudaranya yang sakit, sehingga buru-buru. Di sisi lain, Rusa ingin segera menyeberang karena sudah telat untuk menghadiri pesta saudaranya.
Hutan Selatan dan Hutan Utara dipisahkan sungai yang
mengalir di antara dua bukit. Sementara bukit itu sangat tinggi sekali. Ada sebuah jembatan yang menghubungkan kedua bukit, tapi jembatan itu sangat kecil dan hanya mampu dilalui satu hewan.
Tak banyak hewan yang berani melewati jembatan itu,biasanya para hewan memilih untuk melewati sungai di bawah bukit. Namun hari itu, Rubah dan Rusa hendak melintasi jembatan pada saat yang bersamaan. Si Rubah ingin mengunjungi saudaranya yang sakit, sehingga buru-buru. Di sisi lain, Rusa ingin segera menyeberang karena sudah telat untuk menghadiri pesta saudaranya.
"Hei, Rubah, menyingkirlah dulu. Aku mau lewat,"
kata Rusa. "Aku yang lebih dulu tiba. Kamu saja yang menyingkir," jawab Rubah

Kancil yang tengah mencari makan di sekitar jembatan
mendengar keributan itu. Ia menuju jembatan dan mendapati Rubah dan Rusa sedang
berdebat di ujung jembatan. "Ada apa, Rubah?" tanya Kancil.
"Hei, Rubah, menyingkirlah dulu. Aku mau lewat,"
kata Rusa. "Aku yang lebih dulu tiba. Kamu saja yang menyingkir," jawab Rubah

Kancil yang tengah mencari makan di sekitar jembatan
mendengar keributan itu. Ia menuju jembatan dan mendapati Rubah dan Rusa sedang
berdebat di ujung jembatan. "Ada apa, Rubah?" tanya Kancil.
Setelah mengetahui ceritanya, Kancil kemudian berkata "Rubah, mengalahlah sebentar. Biarkan Rusa lewat dahulu," namun Rubah tidak peduli dengan perkataan Kancil.
Ia melangkahkan kaki ke atas jembatan. Rusa pun ikut bergerak. Mereka melangkah berdesakan hingga di tengah jembatan. "Minggir kamu, Rubah!" kata Rusa sambil marah-marah. Tapi nyatanya Rubah tetap tak bergeming.

Kraaaak! Tiba-tiba jembatan terkoyak. Mereka panik dan berbalik arah. Namun terlambat, jembatan itu patah dan jatuh ke dalam jurang. Begitu pun dengan Rubah dan Rusa. Kancil yang menyaksikan peristiwa itu hanya bisa bersedih.
PrevNext