Book Creator

PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP KOLONIALISME IMPERIALISME

by Itavia Kaffi

Cover

Loading...
SEJARAH INDONESIA
Loading...
PERLAWANAN BANGSA INDONESIA TERHADAP KOLONIALISME DAN IMPERIALISME
Loading...
Loading...
Disusun Oleh.
NUR ITAVIANA, S.Pd
Loading...
SMA NEGERI I YOSOWILANGUN
BAB 2
Perlawanan Mataram terhadap VOC
Pemerintahan Sultan Agung di Kerajaan Mataram dianggap sebagai masa kejayaan dari Kerajaan Mataram. Sultan Agung memiliki cita – cita diantaranya :
1. Mempersatukan seluruh tanah Jawa
2. Mengusir kekuasaan asing dari bumi Nusantara
Ada beberapa alasan penyerangan Mataram ke Batavia, diantaranya :
1. Tindakan monopoli VOC
2. VOC sering menghalangi kapal – kapal Mataram yang akan berdagang ke Malaka
3. VOC menolak mengakui kedaulatan Kerajaan Mataram
Keberadaan VOC dianggap mengancam masa depan Pulau Jawa
klik video biografi Sultan Agung berikut untuk mengetahui sejarahnya
Rounded Rectangle
Simak video pembelajaran di bawah ini dengan cara klik play pada gambar di bawah ini
Pada April 1628 Mataram melakukan serangan pertamanya ke Batavia. Kyai Rangga dikirim ke Batavia dengan 14 perahu yang memuat beras, Kyai Rangga ini datang untuk meminta bantuan VOC untuk Mataram yang ingin menyerang Banten, tapi hal ini ditolak pihak VOC. 22 agustus 1628, 50 kapal mendarat di Batavia, dengan perlengkapan yang sangat komplit.
Berikut ini terdapat beberapa jalannya perlawanan mataram terhadap voc, yaitu sebagai berikut:

Pada 1626 Sultan kembali diberitakan mengumpulkan pasukan sebanyak 900.000 yang akan dipersiapkan untuk menyerang orang kafir (VOC) di Batavia, namun misi ini juga gagal karena pasukan mataram harus memadamkan pemberontakan Pati (1627).
1.Proses Serangan Pertama Mataram Terhadap VOC (1628)
Konflik kepentingan antara ketiga belah pihak yaitu Mataram, VOC, serta Benten akan menimbulkan perang yang akan terjadi di Batavia. Sejak tahun 1620 telah disebut-sebut adanya maksud Mataram untuk menyerang Batavia, Mataram pernah diberitakan mengumpulkan 100.000 prajurit, untuk menyerang Batavia, namun pasukan ini batal menjalankan misinya karena ada kepentingan kerajaan yang lebih mendesak.
Keesokan harinya 20 buah kapal Mataram menyerang pasar dan benteng Batavia, banyak korban yang jatuh. Namun VOC justru tak bergeming karena VOC sudah mensiasati ini agar VOC dapat dengan mudah mengusir pasukan Mataram karena tidak ada tempat persembunyian bagi pasukan Mataram.
Pada April 1628 Mataram melakukan serangan pertamanya ke Batavia. Kyai Rangga dikirim ke Batavia dengan 14 perahu yang memuat beras, Kyai Rangga ini datang untuk meminta bantuan VOC untuk Mataram yang ingin menyerang Banten, tapi hal ini ditolak pihak VOC. 22 agustus 1628, 50 kapal mendarat di Batavia, dengan perlengkapan yang sangat komplit.
Pada 1626 Sultan kembali diberitakan mengumpulkan pasukan sebanyak 900.000 yang akan dipersiapkan untuk menyerang orang kafir (VOC) di Batavia, namun misi ini juga gagal karena pasukan mataram harus memadamkan pemberontakan Pati (1627).
Keesokan harinya 20 buah kapal Mataram menyerang pasar dan benteng Batavia, banyak korban yang jatuh. Namun VOC justru tak bergeming karena VOC sudah mensiasati ini agar VOC dapat dengan mudah mengusir pasukan Mataram karena tidak ada tempat persembunyian bagi pasukan Mataram.
Perlawanan Kesultanan Gowa
Perlawanan Rakyat Maluku
Perlawanan Kesultanan Gowa dimulai dengan pelucutan dan perampasan armada VOC di Maluku, di bawah kepemimpinan Sultan Hasanuddin. Perang Makassar pun pecah karena pelucutan dan perampasan armada tersebut. Perang Makassar berlangsung selama tiga tahun, dari tahun 1666–1669. Dalam Perang Makassar, VOC bersekutu dengan Arung Palaka, Raja Bone, yang saat itu berseteru dengan Kerajaan Gowa.
Perlawanan rakyat Maluku dilakukan karena mereka tidak mau orang Belanda kembali ke wilayah mereka. Saat Thomas Stamford Raffles berkuasa di Hindia Belanda, beberapa aturan VOC seperti praktik monopoli dagang dan kerja rodi tidak diterapkan.
Perlawanan Kesultanan Banten
Perlawanan Kesultanan Banten dimulai karena persaingan dagang dengan VOC dan gangguan VOC terhadap politik Kerajaan Banten. Sultan Ageng Tirtayasa pada akhirnya melawan VOC dengan bekerja sama dengan pedagang-pedagang asing lainnya, seperti pedagang Inggris.
Namun, saat Belanda kembali berkuasa pada tahun 1817, aturan-aturan yang menindas seperti praktik monopoli perdagangan cengkih dan kerja rodi kembali diterapkan. J.R van den Berg, Residen Saparua yang baru pada saat itu, juga dianggap tidak peka pada keluhan rakyat. Belanda juga memaksa para pemuda Maluku untuk menjadi tentara yang ditugaskan ke Jawa.
Perlawanan Rakyat Palembang
Sultan Ageng kemudian menyerang kapal-kapal VOC yang ada di perairan Banten serta wilayah-wilayah yang berbatasan dengan Batavia, seperti peperangan di daerah Angke dan Tangerang pada tahun 1658–1659.
Namun, saat Belanda kembali berkuasa pada tahun 1817, aturan-aturan yang menindas seperti praktik monopoli perdagangan cengkih dan kerja rodi kembali diterapkan. J.R van den Berg, Residen Saparua yang baru pada saat itu, juga dianggap tidak peka pada keluhan rakyat. Belanda juga memaksa para pemuda Maluku untuk menjadi tentara yang ditugaskan ke Jawa.
Perlawanan Terhadap Pemerintahan Hindia Belanda
Perlawanan Rakyat Sumatera Utara
Awalnya, masa pemerintahan Hindia Belanda tidak lagi menerapkan praktik kolonialisme ala VOC, namun hal tersebut tak membuat praktik dagang dan kerja rodi berakhir. Saat Belanda kembali berkuasa, penindasan pun terjadi lagi di Indonesia, berikut penjelasannya:
Perlawanan rakyat Tapanuli di bawah kepemimpinan Raja Sisingamangaraja XII terjadi karena Belanda ingin menjajah Tapanuli dengan membentuk Pax Neerlandica (ambisi Belanda menguasai seluruh Nusantara). Keinginan Belanda inilah yang menyebabkan terjadinya Perang Tapanuli pada tahun 1870–1907.
PrevNext