Book Creator

E-MODUL IKLAN

by Inggar Ajah

Pages 4 and 5 of 53

Modul Bahasa Indonesia
Kelas XII SMK
Teks Iklan
Ismaninggar
SMK Negeri 5 Jakarta
WACANA PENGANTAR
Puji syukur kepada Allah SWT. karena atas karunia-Nya e-Modul Interaktif Bahasa Indonesia untuk peserta didik (pesdik) kelas XII tingkat SMK/SMA ini dapat diselesaikan.

e-Modul Interaktif ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di masa pandemi ini mengingat belum dapat dilaksanakannya pembelajaran tatap muka secara penuh. Selain itu, penggunaannya diharapkan membantu pesdik dalam memahami materi tentang Teks Iklan sebagai salah satu materi esensial dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII yang tercantum dalam Kurikulum 2013.

Pokok bahasan dalam e-modul ini adalah (1) pengertian dan jenis iklan, (2) struktur iklan, serta (3) ciri kebahasaan iklan ”. Selain itu untuk memudahkan pemahaman juga disertakan link video pembelajaran yang berkaitan dengan materi.

Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada pihak yang telah membantu dalam penyusunan e-modul interaktif ini, demi peningkatan keterampilan berbahasa Indonesia peserta didik, berliterasi, berpikir kritis, dan mengaplikasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam kehidupan keseharian.
Aamiin…


Pejuang, 17 September 2021


Ismaninggar
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ……………………………………….. 1

WACANA PENGANTAR ……………………..…………  2

DAFTAR ISI ………………………………………………….  3

BAB I. PENDAHULUAN ………………………………..  4
1.1  Latar Belakang ……………………………….....…  4
1.2  Deskripsi …………………………………………......  5
1.3  Tujuan …………………………………………….......  5
1.4  Kompetensi Dasar dan IPK ………...………..  6
1.5  Petunjuk Penggunaan Modul ………….......  6

BAB II. SEPUTAR IKLAN ……………………………….   7
2.1  Pengertian Iklan ……………………………….....   7
2.2  Jenis Iklan ……………………………………….......   8

BAB III. STRUKTUR IKLAN ……………………………  13
3.1  Isi dan Tujuan Iklan ……………………..…......  13
3.2  Struktur Iklan …………………………………....... 13
3.3  Ciri-Ciri Iklan …………………………………....…. 14
3.4  Kaidah Kebahasaan dalam Iklan ……....… 15

BAB IV. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK ……….  22
4.1  Evaluasi …………………….……………………...…  22
4.2  Umpan Balik ……………………………………....   23

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………..   25

TENTANG PENULIS ……………………………………   26
Loading...
Loading...
BAB I. PENDAHULUAN
Loading...
Loading...
1.1  Latar Belakang

KETIKA 1
Catatan Ismaninggar
 ...
Ketika masih disibukkan dengan berbagai tindakan pemulihan, perbaikan,
pembangunan tuk atasi itu
lagi-lagi kita diberi teguran yang bahkan lebih berat
bagi semua kalangan:
kaya-miskin, lelaki-perempuan, tua-muda,
pejabat negara, tokoh politik, pengusaha, pebisnis, sopir, warga biasa,
bahkan perawat dan dokter
tak bisa menghindar dari mikroorganisme patogen ini:
Corona virus yang menyerang sistem pernapasan manusia

Ketika diawali dari 2, 7, 19, 27, 96, 117, 172, 227, 309, 452, 893, 1414...
Kapankah hitungan itu akan berakhir?
Ketika diawali dari sebuah kota, terus menimbulkan efek domino
Kini tidak sedikit kota di Indonesia pun terdampak
Ketika pemerintah tetapkan kondisi tanggap darurat mulai dari
gunakan masker, jaga jarak, rajin cuci tangan sampai
tentukan aturan tetap kerja di rumah, belajar di rumah, di rumah saja
Ketika semua itu diabaikan
Ketika sebagian warga bersikap tidak peduli
Ketika yang terpapar terus bertambah
Ketika yang tidak tertolong terus bertambah
Ketika kematian menjemput
Ketika itu ... telah terlambat!          

                                                          Pejuang, 30 Maret 2020
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Dari puisi yang mengawali penuliasn e-modul interaktif ini, penulis berpendapat bahwa untuk mendukung kegiatan belajar mengajar selama masa pandemi ini, yang diperlukan bukan hanya pemahaman atas tujuan, materi, metode, atau evaluasi pendidikan saja, namun dibutuhkan pula pemahaman dan penguasaan terhadap media sebagai sarana pendukung proses pendidikan itu sendiri karena pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang sangat pesat.
Jadi untuk memaksimalkan hasil yang diinginkan, penulis menyusun modul ini dengan harapan dapat memotivasi peserta didik (pesdik) dalam mempelajari mata pelajaran Bahasa Indonesia.

1.2  Deskripsi
E-Modul Interaktif ini disusun berdasarkan materi Bahasa Indonesia keempat sesuai dengan Kurikulum 2013 yang sudah diadaptasi sesuai keadaan saat ini serta berdasarkan silabus dengan kompetensi dasar esensial yang harus dipelajari oleh pesdik kelas XII baik di tingkat SMA maupun SMK.

1.3  Tujuan
Setelah mempelajari dan melakukan aktivitas belajar dalam e-modul ini, pesdik diharapkan dapat:
a) membuat daftar pengelompokan, memerinci, san menyeleksi struktur dan ciri kebahasaan teks iklan sesuai bidang pekerjaan.
b) membuat gagasan dan mendesain teks iklan sesuai bidang pekerjaan dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan baik lisan maupun tulis.
c) memproduksi teks iklan sesuai bidang pekerjaan dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan baik lisan maupun tulis.
Loading...
1.4  Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
a)    Kompetensi Dasar
3.5 Menganalisis struktur dan ciri kebahasaan teks iklan sesuai bidang pekerjaan.
4.5 Menysun teks iklan sesuai bidang pekerjaan dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan baik lisan maupun tulis.

b) Indikator Pencapaian Kompetensi
(1) Mengidentifikasi isi teks iklan sesuai bidang pekerjaan
(2) Mengidentifikasi makna dan tujuan isi teks iklan sesuai bidang pekerjaan
(3) Menghubungkan makna dan tujuan isi teks iklan sesuai bidang pekerjaan
(4) Mengidentifikasi struktur teks iklan sesuai bidang pekerjaan
(5) Mengidentifikasi ciri kebahasaan teks iklan sesuai bidang pekerjaan
(6) Memproduksi iklan secara berpasangan sesuai bidang pekerjaan dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan baik secara lisan maupun tulis


1.5  Petunjuk Penggunaan Modul
a) Pelajari materi dengan saksama, catatlah informasi penting yang Anda temui.
b) Bila menemui kendala dalam memahami materi diskusikan dengan sesama pesdik atau bertanyalah kepada guru.
c) Kerjakan tugas di Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang diberikan di akhir modul.
Dalam berkomunikasi, kita memerlukan sarana dalam menyampaikan pesan kepada mitra bicara, di antaranya melalui bahasa, baik bahasa lisan ataupun bahasa tulis. Bahasa dalam komunikasi lisan tidak sama dengan bahasa yang digunakan dalam komunikasi tulis. Perbedaan cara penggunaan bahasa ini terjadi karena perbedaan situasi dan sarana komunikasi. Perbedaan situasi menyebabkan terjadinya perbedaan bentuk bahasa. Salah satu bentuk sarana komunikasi adalah iklan.
Iklan merupakan bentuk pemakaian bahasa yang digunakan seseorang maupun lembaga/institusi untuk menyampaikan pesan atau informasi secara efektif dan edisien kepada masyarakat agar memberikan umpan balik yang dapat mendatangkan keuntungan bagi pembuat iklan. Oleh karena itu dalam menyusun sebuah iklan, harus diperhatikan unsur-unsur kebahasaan sebagai titik tolak penulisan sehingga pesan yang akan disampaikan dapat diterima secara jelas dan utuh.
Proses penyampaian pesan oleh pengirim pesan kepada penerima pesan disebut komunikasi. Komunikasi merupakan bagian penting dalam iklan. Pesan komunikasi terdiri atas isi dan lambang. Adanya komunikasi antara penulis pesan dengan masyarakat pembaca membuat produsen memanfaatkan iklan sebagai tanda (sarana) untuk menawarkan produk-produknya. Tanda secara jelas mempengaruhi bagaimana proses komunikasi tercipta. Tanda yang diisyaratkan oleh produsen kepada konsumen untuk dicermati, dipertimbangkan, yang kemudian dijadikan bahan pertimbangan membuat suatu keputusan untuk membeli atau tidak sesuatu produk merupakan inti dari iklan.

2.1 Pengertian Iklan
Ada beberapa pengertian tentang iklan, di antaranya menurut:   
(1) Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):
a.   berita pesanan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan;
b.   pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual, dipasang di dalam media massa (seperti surat kabar dan majalah) atau di tempat umum.
BAB II. SEPUTAR IKLAN
Dalam berkomunikasi, kita memerlukan sarana dalam menyampaikan pesan kepada mitra bicara, di antaranya melalui bahasa, baik bahasa lisan ataupun bahasa tulis. Bahasa dalam komunikasi lisan tidak sama dengan bahasa yang digunakan dalam komunikasi tulis. Perbedaan cara penggunaan bahasa ini terjadi karena perbedaan situasi dan sarana komunikasi. Perbedaan situasi menyebabkan terjadinya perbedaan bentuk bahasa. Salah satu bentuk sarana komunikasi adalah iklan.
Iklan merupakan bentuk pemakaian bahasa yang digunakan seseorang maupun lembaga/institusi untuk menyampaikan pesan atau informasi secara efektif dan edisien kepada masyarakat agar memberikan umpan balik yang dapat mendatangkan keuntungan bagi pembuat iklan. Oleh karena itu dalam menyusun sebuah iklan, harus diperhatikan unsur-unsur kebahasaan sebagai titik tolak penulisan sehingga pesan yang akan disampaikan dapat diterima secara jelas dan utuh.
Proses penyampaian pesan oleh pengirim pesan kepada penerima pesan disebut komunikasi. Komunikasi merupakan bagian penting dalam iklan. Pesan komunikasi terdiri atas isi dan lambang. Adanya komunikasi antara penulis pesan dengan masyarakat pembaca membuat produsen memanfaatkan iklan sebagai tanda (sarana) untuk menawarkan produk-produknya. Tanda secara jelas mempengaruhi bagaimana proses komunikasi tercipta. Tanda yang diisyaratkan oleh produsen kepada konsumen untuk dicermati, dipertimbangkan, yang kemudian dijadikan bahan pertimbangan membuat suatu keputusan untuk membeli atau tidak sesuatu produk merupakan inti dari iklan.

2.1 Pengertian Iklan
Ada beberapa pengertian tentang iklan, di antaranya menurut:   
(1) Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI):
a.   berita pesanan untuk mendorong, membujuk khalayak ramai agar tertarik pada barang dan jasa yang ditawarkan;
b.   pemberitahuan kepada khalayak mengenai barang atau jasa yang dijual, dipasang di dalam media massa (seperti surat kabar dan majalah) atau di tempat umum.

(2) Buku Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII: berita yang dimaksudkan untuk mendorong masyarakat agar memenuhi permintaan di dalam iklan.

(3) Wikipedia: Iklan atau pariwara merupakan promosi benda seperti barang, jasa, tempat usaha atau ide yang harus dibayar oleh sponsor. Dalam dunia manajemen pemasaran, iklan merupakan salah satu dari strategi promosi secara global atau keseluruhan.

(4) Rhenald Kasali: Iklan secara sederhana ialah sebuah pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat melalui media.

(5) Gilson & Berkman: Iklan adalah media komunikasi persuasif yang dirancang sedemikian rupa untuk menghasilkan respon dan membantu tercapainya objektifitas atau tujuan pemasaran.

(6) Liputan6.com: Iklan adalah suatu bentuk informasi yang dilakukan oleh seseorang, perusahaan, lembaga atau instansi yang berisi pesan yang menarik tentang sebuah produk atau jasa yang ditujukan untuk maskayarakat publik.

Dari pengertian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa iklan adalah informasi dan promosi dari seseorang atau lembaga mengenai jasa atau produk yang ditawarkan kepada masyarakat melalui media cetak atau media elektronik agar tertarik dan memenuhi permintaan dalam iklan tersebut.
 
2.2 Jenis Iklan

Menyinggung tentang jenis iklan, bergantung dari sudut mana kita membicarakannya, misalnya pembagian jenis iklan berdasarkan:
(1) Tujuan
Berdasarkan tujuan iklan tersebut disebarluaskan kepada masyarakat, iklan dibedakan atas:
a.Iklan informatif, yaitu iklan yang bertujuan memberi informasi terbaru mengenai jasa atau produk yang yang telah dikenal atau digunakan, maupun menginformasikan jasa atau produk yang baru.
b.Iklan persuasif, yaitu iklan yang berupaya membujuk atau merayu konsumen atau calon konsumen untuk tetap menggunakan atau memilih jasa maupun produk yang diiklankan.

(2) Sifat
Berdasarkan sifatnya, iklan dibedakan atas:
a.Iklan komersial adalah iklan yang bertujuan mencari keuntungan atas jasa maupun produk iklan. Iklan ini pun dibedakan atas beberapa macam, yaitu:
1) Iklan konsumen: Iklan yang menjual barang konsumsi, seperti beras, minyak, pakaian, pasta gigi, komputer, dsb. 
Triangle;
2) Iklan antarbisnis: Iklan yang ditujukan kepada perusahaan karena menawarkan barang-barang baku yang harus diolah lagi untuk menghasilkan produk, misalnya: penjualan tepung terigu dalam partai besar kepada pabrik roti, penjualan kakao kepada produsen coklat, biskuit, es krim, dsb.
3) Iklan perdagangan oleh distributor yang menawarkan barang kepada agen yang akan menjual lagi barang yang dibelinya.
4) Iklan pengecer adalah iklan yang dilakukan oleh pengecer.
5) Iklan respon langsung adalah iklan yang memungkinkan konsumen dapat memberikan respon langsung ketika melihatnya, misalnya saat jasa atau produk itu digunakan dalam demo di acara tertentu, pasar atau mal.

b. Iklan nonkomersial adalah iklan yang mengajak, menghimbau atau menyampaikan informasi kepada masyarakat agar masyarakat paham dan mengikuti ajakan dalam iklan tersebut.
Iklan ini umumnya dikeluarkan oleh perusahaan atau badan usaha milik negara maupun swasta yang memiliki tujuan sosial, antara lain adalah:
1) Iklan layanan masyarakat adalah iklan yang menyajikan pesan-pesan sosial yang bertujuan untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap sejumlah masalah yang harus mereka hadapi, yakni kondisi yang bisa mengancam keselarasan dan kehidupan umum. Contoh: iklan tentang hemat air, hemat listik, bahaya narkoba, dampak pemanasan global, dll.
PrevNext