Book Creator

TEKS BIOGRAFI

by Syafira Nurfa`Izah

Cover

Loading...
Loading...
TEKS
BIOGRAFI
APAKAH KALIAN MENGENAL SOSOK-SOSOK TOKOH DI ATAS?
APA ITU BIOGRAFI?
Thought Bubble
Kata biografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata biosyang bermakna hidup dan kata graphein yang artinya tulis.

Biografi adalah sebuah tulisan yang isinya memaparkan tentang kisah
kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang lain
Tujuan Pembelajaran : Memahami dan menganalisis informasi berupa ide pokok serta ide penjelas dari teks biografi secara akurat dan kritis.
Kegiatan Pembelajaran :
A. Memahami dan Menganalisis Ide Pokok dan Ide Penjelas 
Kegiatan 1 : Menyimak teks biografi
Kegiatan 2 : Memahami dan menganalisis ide pokok dan ide penjelas
Kegiatan 1
Cermatilah teks berikut!
Biografi Ki Hadjar Dewantara:
Bapak Pendidikan Indonesia
Nama Ki Hadjar Dewantara bukanlah nama pemberian orang tuanya sejak lahir. Nama aslinya ialah Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang lahir di Yogyakarta, tanggal 2 Mei 1889. Ia dibesarkan di lingkungan keluarga keraton Yogyakarta. Saat berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka, barulah berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Semenjak itu, Ki Hadjar Dewantara tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan agar dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hatinya. Ki Hadjar Dewantara menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) dan melanjutkan sekolahnya ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera). Lantaran sakit, sekolahnya tersebut tidak dapat ia selesaikan.
Pada masanya, Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai penulis andal. Kemampuan menulisnya terasah ketika ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Tulisan-tulisannya sangat komunikatif, tajam, dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya. Selain bekerja sebagai seorang wartawan muda, Ki Hadjar Dewantara juga aktif dalam berbagai organisasi sosial dan politik. Pada tahun 1908, Ki Hadjar Dewantara aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kemudian, bersama Douwes Dekker (Dr. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. Tjipto Mangoenkoesoemo nantinya akan dikenal sebagai Tiga Serangkai.
PrevNext