Book Creator

Manusia Purba

by Wlyan

Cover

Loading...
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan buku ini tepat pada waktunya. Dengan berjudul "Manusia Purba"
Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada guru pengampu mata pelajaran Seni Budaya yang telah memberikan portofolio terhadap kami. Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam pembuatan buku ini.
Kami jauh dari kata sempurna, Oleh karena itu, keterbatasan waktu dan kemampuan kami, maka kritik dan saran yang membangun senantiasa kami harapkan semoga buku ini dapat berguna bagi kami dan pihak lain yang berkepentingan pada umumnya.
1
Manusia purba" mengacu pada jenis manusia yang hidup pada masa prasejarah sebelum zaman sejarah dituliskan. Ini mencakup berbagai spesies manusia yang hidup jauh sebelum munculnya peradaban dan penulisan. Dalam konteks ini, istilah "manusia purba" merujuk pada spesies manusia yang hidup sebelum Homo sapiens, yaitu spesies manusia modern.
Beberapa jenis manusia purba yang signifikan melibatkan spesies seperti Homo habilis, Homo erectus, Homo neanderthalensis, dan lainnya. Setiap spesies ini memiliki ciri-ciri fisik, alat-alat, dan budaya unik yang mencerminkan tahap evolusi manusia pada saat itu.
Evolusi manusia melibatkan serangkaian perubahan morfologis, perilaku, dan kognitif dari nenek moyang primata kita menjadi Homo sapiens. Manusia purba biasanya dikenal karena penggunaan alat batu, pertanian prasejarah, pengembangan seni prasejarah, dan mungkin keberadaan bentuk awal bahasa.
Penting untuk dicatat bahwa "manusia purba" bukan istilah ilmiah yang digunakan dalam bidang paleontologi atau antropologi. Sebaliknya, ilmuwan lebih cenderung menggunakan istilah spesifik seperti Homo habilis, Homo erectus, atau Homo neanderthalensis ketika merujuk kepada spesies manusia kuno. Meskipun demikian, istilah "manusia purba" sering digunakan dalam konteks umum untuk menyampaikan ide tentang manusia yang hidup pada zaman prasejarah.





3
Manusia purba nomaden
Pada awalnya, manusia purba hidup nomaden (berpindah-pindah) dan belum mengenal tempat tinggal. Pola hunian manusia purba dapat dibedakan menjadi dua ciri khas diantaranya :

Kedekatan dengan sumber air
Kehidupan di alam terbuka

Pola hunian dapat dilihat dari sisi geografis. Mereka cenderung memilih gua-gua yang tidak jauh dari sumber mata air seperti sungai yang terdapat sumber makanan. Selain bertempat tinggal di gua- gua, ada juga yang bertempat tinggal di tepi pantai.

Contohnya ada di sepanjang aliran Bengawan Solo (Sangiran, Sambungmacan, Trinil, Ngawi, dan Ngandong). Lama hunian di suatu lingkungan dipengaruhi oleh ketersediaan bahan makanan. Jika lingkungan sekitar tidak menjanjikan bahan makanan, mereka akan berpindah ke lingkungan
baru.

Seiring berjalannya waktu, terjadi transisi pemukiman
nenek moyang dari nomaden ke tempat tinggal menetap
(sedenter). Sedenter adalah pola hidup menetap, yaitupola
kehidupan dimana manusia sudah terorganisir dan
berkelompok serta menetap di suatu tempat. Seiring
dengan itu, masyarakat memelihara hewan-hewan tertentu
(pastoralisme). Perkampungan terdiri atas tempat-tempat
tinggal sederhana yang didiami secara berkelompok oleh
beberapa keluarga. Bangunan tempat tinggal dibuat dari
kayu atau bambu.

Lalu ada kegiatan bercocok tanam dilakukan dengan
menebang dan membakar pohon (slash and burn) sehingga
terciptalah ladang-ladang yang memberikan hasil-hasil
pertanian. Mereka juga mengenal pembagian kerja antara
kaum wanita dengan laki-laki. Misalnya, pekerjaan
berburu dan menangkap ikan di laut lepas dilakukan oleh
para lelaki. Sedangkan menangkap ikan yang dekat dengan
tempat tinggal dilakukan oleh kaum wanita dan anak-anak.
4
PrevNext