Book Creator

Batara dan 7 Batu

by Tiana Hartono

Cover

Loading...
Batara dan 7 Batu
Loading...
Loading...
Pada suatu hari Batara pergi ke hutan untuk mencari batang pohon yang sudah jatuh. Ia pergi ke hutan dan membawa karung kecil untuk kayunya dan Ia mendengar suara seperti jeritan minta tolong. Batara pergi mencari sumber dari suara tersebut.

Batara menemukan rusa betina yang terjebak dalam lubang. Dia meninggalkan karungnya di bawah pohon dan masuk kedalam lubang untuk membantu rusa itu. Ia mengangkut rusa itu di atas punggungnya dan mendorongnya ke arah mulut lubang supaya rusa itu bisa keluar. Setelah membantu rusa itu, Batara keluar dari lubang dan melihat karungnya diambil oleh rusa yang baru Ia selamatkan.

Rusa itu mulai lari ke dalam hutan dengan karungnya. Ia mengejar rusa itu sambil berteriak,

“Hey! Kembalikan sarungku !”
Rusa itu terus berlari ke dalam hutan dengan Batara mengejar jauh di belakangnya. Dia terus mengejar rusa itu, sampai rusa itu menghilang dari pandangannya. Batara terus mencari rusa itu walaupun ia kehabisan nafas dan melihat wanita yang sangat cantik. Wanita itu berjonkok sambil menggeledah karung yang jelas bukan miliknya. 
Rusa itu terus berlari ke dalam hutan dengan Batara mengejar jauh di belakangnya. Dia terus mengejar rusa itu, sampai rusa itu menghilang dari pandangannya. Batara terus mencari rusa itu walaupun ia kehabisan nafas dan melihat wanita yang sangat cantik. Wanita itu berjonkok sambil menggeledah karung yang jelas bukan miliknya. 
Batara mendatangi wanti itu dan berkata,

“Halo, sepertinya anda mempunyai karung saya,” Batara mendekati perempuan tersebut dengan waspada.

Wanita itu kaget, yang membuatnya berubah menjadi rusa dan lari kedalam kegelapan hutan yang rimbun. Batara pun terkejut dengan apa yang ia saksikan tapi pada saat yang bersamaan ia kagum dengan kecantikan wanita itu. Dia mengangkat karungnya dan berlanjut untuk mengambil batang pohon yang telah jatuh. 

Hari berikutnya Batara pergi ke hutan dengan karungnya yang berisi sesuatu spesial. Ia pergi ke tempat dimana ia melihat wanita itu dan ia meletakan karung yang ia telah bawa. Setelah itu, ia pergi bersembunyi dibelakang pohon yang tebal dan tinggi sembari mengawasi area di sekitar karung yang ia telah tempatkan.

               Setelah menunggu sampai bosan, ia mendengar sesuatu di semak-semak di seberangnya. Seekor rusa muncul dari semak-semak, rusa itu pun berubah menjadi wanita. Wanita itu pun mengangkat karung yang Batara tinggalkan dengan sengaja dan mengobrak-abrik isi karung tersebut.
Wanita tersebut terkejut saat melihat karung itu berisi sayuran dan buah. Ia itu mengangkat sayuran itu…..lalu memakan sayuran tersebut.

               Beberapa hari berikutnya Batara terus meninggalkan karungnya dan menonton wanita itu makan sampai suatu hari ia mengumpulkan keberanian untuk berbincang dengan wanita itu. Ia pun mendatangi wanita itu dan duduk disampingnya. Wanita itu menghiraukan kehadiran Batara dan melanjutkan kegiatannya.
Wanita tersebut terkejut saat melihat karung itu berisi sayuran dan buah. Ia itu mengangkat sayuran itu…..lalu memakan sayuran tersebut.

               Beberapa hari berikutnya Batara terus meninggalkan karungnya dan menonton wanita itu makan sampai suatu hari ia mengumpulkan keberanian untuk berbincang dengan wanita itu. Ia pun mendatangi wanita itu dan duduk disampingnya. Wanita itu menghiraukan kehadiran Batara dan melanjutkan kegiatannya.
Batara berkata,

”Siapa anda?” dengan pemikiran bahwa wanita itu tidak akan menjawabnya.

               Wanita itu pun bicara dan berkata,

”Saya Ari, ratu elemen.” Wanita itu pun lanjut makan.

               Batara langsung berdiri dan membugkuk kepada ratu elemen. Ari memberikan tanda kepadanya untuk Kembali duduk. Ia kembalui duduk dan lanjut untuk bertanya, rasa ingin tahunya terpajang di mukanya. Saat langit menandakan senja, Batara terpaksa untuk berpamitan.

“Saya harus pergi, selamat tinggal.” Lalu ia pun pergi berjalan Kembali ke rumahnya yang terletak di tengah hutan.

               Dalam perjalanan pulang, Batara sadar bahwa Ia melupakana karungnya. Sambil berjalan, ia menemukan peri biru yang terluka.
Tanpa pemikiran panjang Ia membawa peri itu ke rumahnya untuk diobati. Setelah peri itu merasa lebih baik, Ia berterima kasih kepada Batara dengan sungguh-sungguh. Sebagai tanda terima kasihnya peri itu memberi Batara 3 tas kecil.

Peri itu mengatakan bahwa tas itu akan memberikan apa yang Ia inginkan ketika dibuka. Setelah peri itu pergi, Batara membuka salah satu tas tersebut dan bunga mulai mekar sekitar rumahnya.
PrevNext