Book Creator

cerpen

by fatikhah rahmah

Cover

Comic Panel 1
Loading...
cerpen
Loading...
Sebuah penyesalan
Loading...
By Fatikhah Rahmah
sekolah
CHAPTER SUBTITLE


Namaku Reyhan, aku masih duduk di bangku SMA kelas 12, di umur ku yang sekarang bahkan aku sudah merasakan bagaimana kerasnya dunia,di bilang aku cukup gila dalam pergaulanku yang bisa di bilang anak nakal, aku juga cukup famous di sekolah,orang tua ku cukup berada dan berkecukupan mereka selalu menuruti apapun yang aku minta.

Keesokan harinya, seperti biasa embun pagi hari membawa ku semangat,jam menunjukan pukul 06:30 aku berangkat ke sekolah Mungkin kata orang aku berangkat terlalu pagi tapi bagiku tidak karena dari rumahku ke sekolah lumayan jauh,aku berangkat mengenderai sepeda motor ku sendiri,motor kebangganku yang kubawa kemana-mana yang aku rawat sampai aku modif motor itu hingga menjadi motor bor up (motor balap),sampai aku di sekolah aku tidak langsung ke kelas aku pergi ke kantin belakang yang isinya anak-anak nakal yang suka bawa roko ke sekolah, aku ke kantin untuk sarapan dan ya benar aku pengen ngeroko.

Tidak lama bel sekolah telah berbunyi,
tanda nya siswa siswi harus memasuki kelas masing-masing, bel telah berbunyi tapi aku masih sibuk menghabiskan sarapanku yang belum habis, sesampainya aku di kelas aku langsung di beri asupan pelajaran matematika.
    “Duhhh....masih pagi udh pelajaran mtk, mana guru nya galak lagi,” ujar ku sambil ngedumel.

    “Udah han syukurin ajah, siapa
tau lu jadi pinter” ujar si alex temen sebangku ku.



  

   




Namaku Reyhan, aku masih duduk di bangku SMA kelas 12, di umur ku yang sekarang bahkan aku sudah merasakan bagaimana kerasnya dunia,di bilang aku cukup gila dalam pergaulanku yang bisa di bilang anak nakal, aku juga cukup famous di sekolah,orang tua ku cukup berada dan berkecukupan mereka selalu menuruti apapun yang aku minta.

Keesokan harinya, seperti biasa embun pagi hari membawa ku semangat,jam menunjukan pukul 06:30 aku berangkat ke sekolah Mungkin kata orang aku berangkat terlalu pagi tapi bagiku tidak karena dari rumahku ke sekolah lumayan jauh,aku berangkat mengenderai sepeda motor ku sendiri,motor kebangganku yang kubawa kemana-mana yang aku rawat sampai aku modif motor itu hingga menjadi motor bor up (motor balap),sampai aku di sekolah aku tidak langsung ke kelas aku pergi ke kantin belakang yang isinya anak-anak nakal yang suka bawa roko ke sekolah, aku ke kantin untuk sarapan dan ya benar aku pengen ngeroko.

Tidak lama bel sekolah telah berbunyi,
tanda nya siswa siswi harus memasuki kelas masing-masing, bel telah berbunyi tapi aku masih sibuk menghabiskan sarapanku yang belum habis, sesampainya aku di kelas aku langsung di beri asupan pelajaran matematika.
    “Duhhh....masih pagi udh pelajaran mtk, mana guru nya galak lagi,” ujar ku sambil ngedumel.

    “Udah han syukurin ajah, siapa
tau lu jadi pinter” ujar si alex temen sebangku ku.



  

   


Jam kegiatan belajar mengajar sudah selesai, bel pulang pun telah bunyi,
saya bergegeas untuk meninggalkan kelas dan segera pulang, namun pulangku bukan ke rumah melainkan ke tongkrongan yang biasa nongkrong dengan teman temanku,kalau sudah sama teman sampai berjam jam pun tidak terasa hanya nongkrong warung biasa yang bisa di bilang sederhana, tidak lama ada temanku yang baru datang dan memberi kabar yang sangat tidak terduga
  “ Wehh,,cuy ada info,,,”  kata Andri temanku.
“ Info apaan drii,,” ujar ku.
“ Katanya si arhan nyaris celaka gara-gara di serang sama gank sebelah,”
“ Wah,, ini gabisa di biarin si han, apa kita serang balik ajah yaa,,?”  ujar
si Alex.
“ Setuju sih,,tapi kita liat dulu situasi kondisi sekarang”
“ BAIK KAPTEN”.  Kata mereka bersama.

Keesokan harinya kami bolos sekolah demi menyerang gank yang telah melukai temanku yang bernama si Arhan, tiba lah kami di sekolah mereka dan disinilah kericuhan di mulai, aku yang mengawali semuanya, aku melemparkan batu ke sekolahnya lalu kami menunggu mereka keluar, kamipun berpindah kesuatu tempat
yang strategis untuk kita mulai kericuhannya, ya tepatnya di pantura atau by pass, sebelumnya saya tidak berpikir akan terjadi sesadis ini tapi saya tidak
peduli apapun yang terjadi nanti.


Jam kegiatan belajar mengajar sudah selesai, bel pulang pun telah bunyi,
saya bergegeas untuk meninggalkan kelas dan segera pulang, namun pulangku bukan ke rumah melainkan ke tongkrongan yang biasa nongkrong dengan teman temanku,kalau sudah sama teman sampai berjam jam pun tidak terasa hanya nongkrong warung biasa yang bisa di bilang sederhana, tidak lama ada temanku yang baru datang dan memberi kabar yang sangat tidak terduga
  “ Wehh,,cuy ada info,,,”  kata Andri temanku.
“ Info apaan drii,,” ujar ku.
“ Katanya si arhan nyaris celaka gara-gara di serang sama gank sebelah,”
“ Wah,, ini gabisa di biarin si han, apa kita serang balik ajah yaa,,?”  ujar
si Alex.
“ Setuju sih,,tapi kita liat dulu situasi kondisi sekarang”
“ BAIK KAPTEN”.  Kata mereka bersama.

Keesokan harinya kami bolos sekolah demi menyerang gank yang telah melukai temanku yang bernama si Arhan, tiba lah kami di sekolah mereka dan disinilah kericuhan di mulai, aku yang mengawali semuanya, aku melemparkan batu ke sekolahnya lalu kami menunggu mereka keluar, kamipun berpindah kesuatu tempat
yang strategis untuk kita mulai kericuhannya, ya tepatnya di pantura atau by pass, sebelumnya saya tidak berpikir akan terjadi sesadis ini tapi saya tidak
peduli apapun yang terjadi nanti.


Kericuhan kali ini tidak ada korban yang sampai meninggal, hanya luka- luka goresan saja, tidak lama kericuhan itupun polisi datang, dan kami pun segera kabur,namun aku mengambil motor yang sedikit jauh dari tempat motor teman-temanku,polisi menangkap anak-anak yang telat kabur atau di tinggalkan oleh temannya, ya salah satunya adalah aku sendiri, saya kaget dan saya bingung, spontan aku memikirkan ibuku di rumah, dan papah ku
yang sedang bekerja, lalu kami di bawalah ke kantor polisi, disana pun kami di sidang dan polisi menyuruh untuktelepon orang tuanya masing-masing, aku menelpon ibukku, mendengar berita tersebut ibukku segera datang ke kantor
polisi.

1
PrevNext