Book Creator

LAPORAN PRAKTIKUM

by Nurmaela Andriyani

Cover

Comic Panel 1
Loading...
TEKNIK BUDIDAYA KENTANG (Solanum tuberosum L.)
DI DATARAN TINGGI BERBASIS PERTANIAN RAMAHLINGKUNGAN
Loading...
OLEH:FIZKI ERA WIDIATAMA
Loading...
JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BOSOWA
MAKASSAR
2020
PENDAHULUAN
Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman pangan utama keempat di dunia, setelah gandum, jagung dan padi. Salah satu komoditas pangan penting yang bernilai ekonomitinggi sehingga mendapat perioritas dari pemerintah. Kentang juga memegang peran penting dalam pengembangan deversifikasi pangan, memiliki manfaat yang sama dengan jenis-jenis sayuran lainnya serta kaandungan gizinya sebagi sumber utama karbohidrat yang sangat bermafaat untuk meningkatkan energy dalam tubuh (Samadi 2007; Muhibbudin 2016).

Di Indonesia umumnya kentang dibudidayakan di dataran tinggi, hal ini menjadi perhatian banyak pihak terutama para pemerhati banyak pihak terutama para perhati lingkungan dan kelestariaan alam. Usaha bididaya kentang di dataran tinggi secara terus menerus tidak terkendali dapat merusak lingkungan, terutama karena dapat terjadi erosi dan menurunkan produktifitas tanah (Muhibuddin 2016).

Beberapa kendala yang menyebabkan kurang berhasilnya usaha budidaya kentang adalah rendahnya kualitas bibit yang di pakai petani dan teknik bercocok tanam yang kurang baikdan penggunaan bahan kimia dalam pembudidayaan yang masih sangat tinggi. Permasalahan kualitas bibit di sebabkan oleh kesulitan memperoleh bibit yang bebas dari virus. Selain itu pengendalian hama dan penyakit yang kurang efektif (Purwanto et al., 2007).

Penggunaan bibit secara turun temurun dan mutunya rendah merupakan salah satu sebab merosotnya produksi dan tingginya intensitas serangan penyakit tertentu, terutama jenis penyakit yang terbawa benih. Selain keadaan iklim suatu daerah dan sistem budidaya yang tidak optimal mempengaruhi perkembangan dan penyebaran suatu penyakit. Kendala pengembangan kentang utama produksi kentang di Indonesia antara lain sulitnya memperoleh varietas yang sesuai dengan lingkungan fisik dan minat pasar Sehingga terus diadakan pengembangan varietas yang cocok dengan lingkungan Indonesia. Salah satu varietas kentang unggul adalah Granola. Kentang varietas Granola banyak dibudidayakan di Indonesia karena umur relatif lebih pendek, jumlah umbi cukup banyak, dan tingkat ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit. Umbi kentang varietas Granola berbentuk oval, kulit umbi kuning, daging umbi kuning, mata dangkal dengan potensi hasil 25 –30 ton/ha (Samadi, 2007).

Produktifitas kentang di Indonesia relatif rendah yaitu, 13 ton/ha jauh dari potensi produksi yang dapat mencapai 40 ton/ha(BPS 2018),Hasil yang di capai tersebut masih sangat rendah bila dibandingkan dengan negara -negara produsen kentang yang menerapka prinsip-prinsip bioteknologi dalam menghasilkan benih bermutu tinggi dari varietas unggul seperti Amerika serikat yang mencapai 25 ton/ha, Australia 50 ton/ha, dan Jepang 31,7 ton/ha (hartus 2004 ; Muhibbudin 2016).

Pertanian ramah lingkungan merupakan slalah satu carauntuk mengembalikan unsur hara didalam tanah dan juga menjaga kestabilan kehidupan mikro organisme pengurai dalam tanah. Dengan cara ramah lingkungan seperti pertanian organik dapat menghasilkan produk pertanian dengan kualitas dan kuantitas yang optimal,meminimalkan bahan yang tak dapat terbaharui, mengupayakan kesuburan tanah secara lestari daan meminimalkan kemungkinan terjadinya kerusakan lingkungan hidup.
Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman pangan utama keempat di dunia, setelah gandum, jagung dan padi. Salah satu komoditas pangan penting yang bernilai ekonomitinggi sehingga mendapat perioritas dari pemerintah. Kentang juga memegang peran penting dalam pengembangan deversifikasi pangan, memiliki manfaat yang sama dengan jenis-jenis sayuran lainnya serta kaandungan gizinya sebagi sumber utama karbohidrat yang sangat bermafaat untuk meningkatkan energy dalam tubuh (Samadi 2007; Muhibbudin 2016).

Di Indonesia umumnya kentang dibudidayakan di dataran tinggi, hal ini menjadi perhatian banyak pihak terutama para pemerhati banyak pihak terutama para perhati lingkungan dan kelestariaan alam. Usaha bididaya kentang di dataran tinggi secara terus menerus tidak terkendali dapat merusak lingkungan, terutama karena dapat terjadi erosi dan menurunkan produktifitas tanah (Muhibuddin 2016).

Beberapa kendala yang menyebabkan kurang berhasilnya usaha budidaya kentang adalah rendahnya kualitas bibit yang di pakai petani dan teknik bercocok tanam yang kurang baikdan penggunaan bahan kimia dalam pembudidayaan yang masih sangat tinggi. Permasalahan kualitas bibit di sebabkan oleh kesulitan memperoleh bibit yang bebas dari virus. Selain itu pengendalian hama dan penyakit yang kurang efektif (Purwanto et al., 2007).

Penggunaan bibit secara turun temurun dan mutunya rendah merupakan salah satu sebab merosotnya produksi dan tingginya intensitas serangan penyakit tertentu, terutama jenis penyakit yang terbawa benih. Selain keadaan iklim suatu daerah dan sistem budidaya yang tidak optimal mempengaruhi perkembangan dan penyebaran suatu penyakit. Kendala pengembangan kentang utama produksi kentang di Indonesia antara lain sulitnya memperoleh varietas yang sesuai dengan lingkungan fisik dan minat pasar Sehingga terus diadakan pengembangan varietas yang cocok dengan lingkungan Indonesia. Salah satu varietas kentang unggul adalah Granola. Kentang varietas Granola banyak dibudidayakan di Indonesia karena umur relatif lebih pendek, jumlah umbi cukup banyak, dan tingkat ketahanan terhadap serangan hama dan penyakit. Umbi kentang varietas Granola berbentuk oval, kulit umbi kuning, daging umbi kuning, mata dangkal dengan potensi hasil 25 –30 ton/ha (Samadi, 2007).

Produktifitas kentang di Indonesia relatif rendah yaitu, 13 ton/ha jauh dari potensi produksi yang dapat mencapai 40 ton/ha(BPS 2018),Hasil yang di capai tersebut masih sangat rendah bila dibandingkan dengan negara -negara produsen kentang yang menerapka prinsip-prinsip bioteknologi dalam menghasilkan benih bermutu tinggi dari varietas unggul seperti Amerika serikat yang mencapai 25 ton/ha, Australia 50 ton/ha, dan Jepang 31,7 ton/ha (hartus 2004 ; Muhibbudin 2016).

Pertanian ramah lingkungan merupakan slalah satu carauntuk mengembalikan unsur hara didalam tanah dan juga menjaga kestabilan kehidupan mikro organisme pengurai dalam tanah. Dengan cara ramah lingkungan seperti pertanian organik dapat menghasilkan produk pertanian dengan kualitas dan kuantitas yang optimal,meminimalkan bahan yang tak dapat terbaharui, mengupayakan kesuburan tanah secara lestari daan meminimalkan kemungkinan terjadinya kerusakan lingkungan hidup.
TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembudidayaan kentang menggunakan bahan organik penanganan hama dan penyakit menggunakan biopestisida dan biofungisida, penanganan gulma menggunakan bioherbisida untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Comic Panel 1
Comic Panel 1
METODE PELAKSANAAN
Metode yang digunakan dalm penelitian ini denganmetode surveydengan mengambil data menggunakan carapurpose sampling, metode ini digunakan untuk mengevaluasi keadaan dan mengembangkan teknik budidaya di daerah tersebut untuk memperoleh fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan yang faktual. Jenis dan sumber data yang di kumpulkan dalam penelitian ini adalah dari lapangan dengan observasi, dan wawancara langsung kepada responden dengan menggunakan daftar pernyataan. Data terdiri dari identifikasi teknik budidaya, penggunaan bibit, pupuk organik cair, biopestisida , biofungisida serta bioherbisida yang di gunakan.

Adapun jenis dan sumber data yang di kumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder.
a. Data primer diproleh dari lapangan dengan observasi, dan wawancara langsung kepada responden dengan menggunakan daftar pernyataan (kuesioner). Data terdiri dari identifikasi responden (nama, umur, pengalam bertani, pendidikan, luas lahan),penggunaan bibit,pupuk,obat-obatan,tenaga kerja ditingkat petani.
b. Data sekunder diperoleh dari literatur dan berbagai sumber baik instansi ataulembaga yang terkait dalam penelitian inimeliputi: data jumlah penduduk, letak luas wilayah serta banyaknya jumlah petani di kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng.
PrevNext