Book Creator

Fiqih : Pengurusan Jenazah

by supriyati Riri

Cover

Loading...
Loading...
Loading...
Bab 6 : Pengurusan Jenazah & Harta Waris
Loading...
Loading...
Orang yang menyaksikan peristiwa meninggalnya seseorang, hendaklah melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Memejamkan matanya sampai tertutup rapat.
2. Mulutnya dikatupkan dengan mengikatkan kain dari dagu sampai kepala.
3. Melenturkan sendi-sendi dalam tubuhnya dengan perlahan.
4. Tangannya disedekapkan di atas dada dan kaki diluruskan.
5. Tinggikan lantai jenazah dari lantai biasa dan dihadapkan ke kiblat.
6. Menutup seluruh badannya dengan kain.
7. Keluarga jenazah hendaklah dengan segera membayar hutang-hutangnya.
8. Menyebarluaskan berita kematiannya kepada kerabat dan handai taulan.
9. Jangan menjerit-jerit atau meratapi jenazah.
10. Menyegerakan pengurusan jenazah dari memandikan, mengafani dan menyalati dan menguburkan jenazah
Hukum Pengurusan Jenazah???
FARDHU AIN?

FARDHU KIFAYAH?

SUNAH MU'AKAD?
Rounded Rectangle
Fardhu Kifayah : kewajiban yang ditujukan kepada orang banyak, tetapi apabila sebagian dari mereka telah mengerjakannya maka, gugurlah kewajiban bagi yang lain
Speech Bubble
1. Memandikan Jenazah
membersihkan dan menyucikan tubuh mayat dari segala kotoran dan najis yang melekat dibadannya.
Jika jenazah itu laki-laki, maka yang memandikannya harus orang laki-laki, kecuali istri dan mahramnya. Begitupun dengan jenazah perempuan.
Adapun syarat-syarat jenazah yang akan dimandikan sebagai berikut:
a) Jenazah itu orang muslim atau muslimah.
b) Anggota badannya masih utuh atau sebagian.
c) Keadaan jasadnya masih utuh dan belum rusak. 
Jenazah itu bukan mati syahid (mati dalam peperangan membela islam). Orang yang mati syahid juga tidak dishalatkan, jenazahnya langsung dikafani dan dikuburkan.
Adapun syarat-syarat orang yang memandikan sebagai berikut:
a) Muslim, berakal sehat dan baligh.
b) Berniat untuk memandikan jenazah.
c) Amanah (bisa dipercaya) dan mengetahui tata cara dan hukum memandikan jenazah.
Orang-orang yang berhak memandikan jenazah :
a) Suami atau istri jenazah atau mahramnya
b) Jika diserahkan kepada orang lain maka yang memandikan hendaklah orang-orang yang terpercaya.
c) Jika jenazah perempuan dan hanya ada laki-laki yang hidup dan tidak ada suaminya atau sebaliknya, maka jenazah itu tidak perlu dimandikan, tapi cukup ditayamumkan oleh salah seorang dengan memakai sarung tangan
d) Jika yang meninggal anak kecil, maka boleh dimandikan oleh laki-laki atau perempuan karena ia boleh disentuh dan dipandang, baik anak kecil laki-laki maupun perempuan. 
Adapun langkah-langkah dalam memandikan jenazah :
a) Menyediakan air yang suci dan mensucikan, secukupnya dan mempersiapkan perlengkapan mandi seperti handuk, sabun, wangi-wangian, kapur barus, sarung tangan, dan peralatan lainnya.
b) Ruangan untuk memandikan jenazah, adalah ruangan yang terlindung dari pandangan orang banyak.
c) Jenazah dibaringkan ditempat yang agak tinggi dan bersih, diselimuti dengan kain agar tidak terbuka/terlihat auratnya.
d) Letakkan jenazah membujur dengan kepala ke arah utara dan kaki ke arah selatan jika memungkinkan.
e) Setelah semuanya tersedia, jenazah diletakkan di tempat yang tertutup dan tinggi seperti dipan atau balai-balai. Cukup orang yang memandikan dan orang yang membantunya saja yang berada di tempat tersebut.
PrevNext