Book Creator

BP/BK (BIMBINGAN KONSELING)

by Bedlina Bedlina

Pages 2 and 3 of 41

Loading...
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah S.W.T.yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang,serta mari sama-sama kita panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-
Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kita semua,
sehingga kami berdua dapat menyelesaikan makalah khusus tentang ''Eksentensi Dan Kedudukan BK Di Sekolah''.
Loading...
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang Eksistensi dan
Kedudukan BK disekolah untuk ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi
terhadap pembaca.
Loading...
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah S.W.T.yang Maha Pengasih lagi Maha
Panyayang,serta mari sama-sama kita panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-
Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kita semua,
sehingga kami berdua dapat menyelesaikan makalah khusus tentang ''Eksentensi Dan Kedudukan BK Di Sekolah''.
Loading...
Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang Eksistensi dan
Kedudukan BK disekolah untuk ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi
terhadap pembaca.
I. PENDAHULUAN

Salah satu fenomena yang sering terjadi pada dunia pendididkan disekolah semakin meningkatnya kasus para siswa yang melanggar tata tertib sekolah. hal ini perlu disikapi secara serius oleh sekolah atau orangtua siswa yang bersangkutan, agar sekolah tersebut tampak menjadi lebih tertib atau disiplin. Sekolah sebagai tempat terselenggaranya pendidikan memerlukan sarana untuk mengatur semua kegiatan warga sekolah agar tidak terjadi benturan antara warga satu dengan lainnya sarana tersebut adalah berupa peraturan atau tata tertib yang telah disepakati bersama oleh pihak sekolah dan orangtua siswa. Peraturan atau tata tertib sekolah adalah salah satu alat yang dapat menumbuhkan kedisplinan seseorang. Dalam hal ini kedisiplinan yang dimaksud adalah kedisiplinan untuk datang kesekolah tepat waktu. Kedisiplinan datang kesekolah tepat waktu dapat dilaksanakan apabila para peserta didik mempunyai kesadaran yang cukup tinggi terhadap peraturan dan tatatertib sekolah yang telah ditetapkan.
I. PENDAHULUAN

Salah satu fenomena yang sering terjadi pada dunia pendididkan disekolah semakin meningkatnya kasus para siswa yang melanggar tata tertib sekolah. hal ini perlu disikapi secara serius oleh sekolah atau orangtua siswa yang bersangkutan, agar sekolah tersebut tampak menjadi lebih tertib atau disiplin. Sekolah sebagai tempat terselenggaranya pendidikan memerlukan sarana untuk mengatur semua kegiatan warga sekolah agar tidak terjadi benturan antara warga satu dengan lainnya sarana tersebut adalah berupa peraturan atau tata tertib yang telah disepakati bersama oleh pihak sekolah dan orangtua siswa. Peraturan atau tata tertib sekolah adalah salah satu alat yang dapat menumbuhkan kedisplinan seseorang. Dalam hal ini kedisiplinan yang dimaksud adalah kedisiplinan untuk datang kesekolah tepat waktu. Kedisiplinan datang kesekolah tepat waktu dapat dilaksanakan apabila para peserta didik mempunyai kesadaran yang cukup tinggi terhadap peraturan dan tatatertib sekolah yang telah ditetapkan.
II. LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

1. Pengertian Bimbingan Klasikal Menurut Ahmad Juntika Nurihsan dkk (2013:34) bimbingan klasikal merupakan layanan dasar bimbingan untuk membantu seluruh peserta didik mengembangkan perilaku efektif dan keterampilan hidupnya yang mengacu kepada tugas perkembangan peserta didik, layanan ini ditujukan untuk seluruh peserta didik. Bimbingan klasikal menurut Wunkel dan Hastuti (2006 : 561) "bimbingan klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang bergabung dalam satu satuan kegiatan pengajaran". Dirjen PTK Depdiknas (2007) mengemukan bahwa layanan bimbingan klasikal adalah salah satu pelayanan dasar bimbingan yang dirancang 
menuntut konselor untuk melakuka kontak langsung dengan para peserta didik dikelas secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan ini kepada peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau curah pendapat.
II. LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

1. Pengertian Bimbingan Klasikal Menurut Ahmad Juntika Nurihsan dkk (2013:34) bimbingan klasikal merupakan layanan dasar bimbingan untuk membantu seluruh peserta didik mengembangkan perilaku efektif dan keterampilan hidupnya yang mengacu kepada tugas perkembangan peserta didik, layanan ini ditujukan untuk seluruh peserta didik. Bimbingan klasikal menurut Wunkel dan Hastuti (2006 : 561) "bimbingan klasikal adalah bimbingan yang diberikan kepada sejumlah siswa yang bergabung dalam satu satuan kegiatan pengajaran". Dirjen PTK Depdiknas (2007) mengemukan bahwa layanan bimbingan klasikal adalah salah satu pelayanan dasar bimbingan yang dirancang 
menuntut konselor untuk melakuka kontak langsung dengan para peserta didik dikelas secara terjadwal, konselor memberikan pelayanan bimbingan ini kepada peserta didik. Kegiatan bimbingan kelas ini bisa berupa diskusi kelas atau curah pendapat.
III. METODE PENELITIAN A.
Tempat dan Waktu Penelitian Tempat yang digunakan untuk penelitian adalah SMA Negeri 1 Pajangan, Bantul, Yogyakarta TahunAjaran 2016/2017. Penelitian ini akan dilakukan pada bulan mei sampai dengan Juli dengan tahapan sebagai berikut: 1. Tahap persiapan Penulis membuat proposal penelitian terlebih dahulu. 2. Tahap pelaksanaan Peneliti uji coba terhadap siswa kelas XI SMA Negeri I Pajangan dengan mengambil subjek sebanyak 20 siswa. Penelitian dilakukan pada siswa kleas XI SMA Negeri I Pajangan. Tujuan peneliti yaitu untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan klasikal terhadap tata tertib sekolah tahun ajaran 2016/2017.
B. Teknik Analisis Data Dalam penelitian menggunakan kuesioner untuk memastikan bahwa
item-item kuesionar sahih dan andal maka akan dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. Metode analisis data merupakan cara untuk menganalisis data-data yang diperoleh. Bertujuan untuk menguji kebenaran hipotesis yang akan diterima atau ditolak berdasarkan pengolahan serta analisis data. Analisis data digunakan untuk menganalisis gejala fisik yang sifatnya kuantitas dan gejala valid. Sehingga dapat mencapai gambaran tentang penelitian melaui rumus rumus.
PrevNext